• Pantaskah seorang "Aku" Jatuh cinta Kepadamu?

    Aku.....
    Aku di sini bercerita tentang sebuah isi hatiku yang baru setelah hancur berkeping di buat oleh *sebagian text hilang*
    Aku mengenalmu juga baru, mengenalmu dengan jangka waktu baru itu pun aku bersyukur bahwa aku sudah merasakan hal yang aneh di dalam hatiku. Iyah aku juga gak tau kenapa aku merasa aneh. Kamu sih, jadi cewe kok gitu. Bisa buat aku jatuh hati #Abaikan.

    Aku gampang jatuh cinta. Tapi tidak gampangan. Karena aku tau siapa aku ini. Aku sangat bersyukur bilamana ada seorang wanita yang tulus mencintaiku, menerima keadaanku seperti ini. Karena aku pernah menjalani cinta selama 5 Tahun, dan akhirnya kami berpisah dengan kepedihan Hatiku yang sangat dalam. Jujur saja, aku belum bisa melupakan mantan aku yang 5 Tahun itu, tidak bisa melupakannya bukan berarti aku masih mencintainya. Tapi dalam perjalanan itu aku banyak mendapatkan pelajaran cinta, Dari mulai yang sedih sampai yang senang. Mengingat dia bukan berarti aku berharap balikan dengan dia. Jujur aja, aku sangat BENCI sama dia. Tapi gara-gara dia aku bisa tau arti dari cinta yang di khianati. 

    Dan aku pernah juga menjalani cinta dengan seseorang Wanita, iya.. dia Follower ku. Cinta kami hanya berjalan 3 minggu. Kami berpisah karena satu hal. Dia tidak suka aku mempunyai akun anonim. Dia bilang, dia cemburu karena aku di Mention-mention banyak wanita. Kan aku gak pernah balas mention follower. Adapun yang aku balas, palingan teman-teman yang dekat aja. Sebenarnya aku bangga mempunyai pacar dari Follower, agar aku bisa banggakan dia dari sekian followerku. Tapi dia masih berfikiran yang aneh terhadapku. 
    Prinsipku padahal simple:
    Aku suka dengan prinsip itu. Aku gak akan buat "Kamu" cemburu oleh wanita Lain. Tapi aku akan membuat Wanita Lain cemburu akan Cinta kita. Perasaanku terhadap kamu itu sulit di jelaskan. Aku juga bingung kenapa ini bisa terjadi. Mungkin karena sebuah cinta ya. Cinta akan merubah sifat seseorang bila mana dia mendalamkan arti dari cinta tersebut. 
    Aku pernah nge-tweet ini:
    Iyah, aku minder. Minder terhadap pergaulan kamu yang sulit untuk aku ikutin. Dari cara kamu bergaul dengan teman, tempat nongkrong, serta kebiasaan kamu, aku hampir menyerah akan cinta ini. Tapi jujur aja, karena aku cinta, aku takkan pernah menyerah sampai mendapatkan jawaban darimu. 

    Sampai saat ini aku bingung dengan perasaanku. Sebenarnya aku bukan bingung, tapi aku gak tau mau melangkah ke mana untuk selanjutnya. Apakah aku harus diam saja, atau aku langsung ungkapkan isi hatiku? tapi kalau misalnya langsung aku ungkapin isi hatiku, sepertinya cepat kali ya. Aku sih mau jalani berteman dulu untuk memahami perasaan. karena yang aku tau, cinta cepat datang pasti perginya cepat juga.

    *Lihat jam, ternyata sudah jam 02.44* 
    Aku lelah, aku mau tidur. Tapi dalam benakku masih bayanganmu yang kemarin. Aku masih ragu denganmu. Jika kau baca blog aku ini, tolong jangan beri aku harapan yang palsu ya. Aku capek mendapatkan harapan tersebut. Aku juga pernah ngetweet begini:
    Jika kamu mencintaiku, tolong beritahu aku, biar aku tau apa yang harus aku perbuat. Dan jika kamu tidak mencintaiku, biarlah aku pergi. Maksudnya, jangan larutkan waktu dengan ini semua. Aku tidak mau terlalu mencintaimu sebelum aku tau bahwa kamu juga mencintaiku. Lebih baik aku pergi sebelum aku benar-benar mencintaimu. Biar hati ini belum terbiasa dengan kehadiran oleh sosokmu. 
  • 0 comments: