Disatu sisi, aku memang orang kurang berada. Aku hanya bisa bekerja dan bekerja. Dan waktuku untuk bersenang-senang juga terbatas. Bukan terbatas sih, namun aku tidak bisa melampaui apa yang kalian miliki. Tapi, aku sangat bersyukur bisa seperti ini sekarang. Aku cerita ini bukan karena mengeluh, tapi inilah aku yang ingin bahagia dengan caraku sendiri.
Aku ingin kuliah seperti yang lainnya. Kawan-kawan aku semua udah pada sarjana, udah ada juga yang nikah. Bahkan ada juga yang sudah buka usaha sendiri. Siapa sih yang gak ingin sukses? Semu orang jug ingin hal tersebut. Termasuk aku juga yang ingin hal tersebut. Namun semua itu terbatas.
Kalian-kalian bisa memiliki kendaraan yang super mewah, yang bisa melindungi diri kalian dari panas dan air hujan. Walau demikian, aku masih tetap bersyukur walau hanya memiliki sepeda motor yang sampai saat ini masih ada cicilan. Puji Tuhan, bulan Januari 2015 cicilan itu sudah selesai. Tidak terasa sebentar lagi aku sudah bisa menikmati full gaji aku selama ini. Eh, gak juga sih. Selepas dari cicilan Sepeda motor itu, aku masih punya 2 adik lagi yang harus aku sekolahkan. Aku ingin mereka dua berhasil, bukan seperti aku hanya seperti ini.
Apa yang ada saat ini, janganlah berkeluh kesah, dan jangan mengeluh terus. Ini sudah jalannya Tuhan. Tuhan juga gak mau umatnya susah. Namun Tuhan lebih sayang sama Umatnya yang Berusaha. Jadi, berusahalah terus sampai kamu berhasil, dan jangan lupa disetiap usahamu selalu iringi dengan doa. Karena dengan doa, kita sudah terhubung dengan Tuhan. Dengan doa kita bisa curhat semua kesedihan kita sama Tuhan.
Sampai sini dulu sebuah tulisan ku yang tidak seberapa ini.
