• Hubungan Yang Tidak Direstui Oleh Orang Tua


    Memang dari dasarnya saja hubungan yang tidak direstui itu bakal tidak berujung kebahagiaan. Namun bisa saja hubungan seperti itu berakhir bahagia jika kedua orang tua merestui untuk masa depan anaknya.

    Aku dan dia sudah menjalin kisah selama 19 bulan, terhitung sejak tanggal 4 April 2014 silam. Hubungan kami memang tidak berjalan sangat mulus. Apalagi kami didasari dengan kepercayaan yang berbeda. Entah kenapa pada saat aku kenal dengan dia, aku tidak merasakan apa itu cinta. Awal aku melihat dia, yang aku rasakan hanya biasa saja. Bahkan aku tidak memiliki rasa cinta dan kasih sayang.

    Awal aku mengenal dia, aku sangat ingat. Kami mention-mention di twitter, dan akhirnya tukar-tukaran pin BBM. Dan akhirnya aku memutuskan untuk bertemu dengan dia. Pada saat menentukan tempat dan waktu, akhirnya aku menemui dia di depan gang rumah kakaknya. Awal ketemu, aku berpikir bahwa dia ini adalah wanita yang tidak selevel denganku. Dengan gayanya yang glamor, sebenarnya aku malu untuk membawa dia makan dimana tempat aku biasa makan.

    Bukan restoran elite, bukan tempat makan mahal, bukan ditempat romantis. Melainkan tempat makan dipinggir jalan. Dipikiranku selama dijalan, benar-benar sangat malu. Bahkan aku tidak bisa membayangkan bagaimana seorang wanita yang berdandan glamor sedang makan bersama cowok gendut, jelek, dan hanya memiliki sepeda motor ini di sebuah tempat makan yang sederhana.

    Setelah sampai di lokasi makan, aku sudah memastikan bahwa dia tidak suka dengan tempat yang aku tentukan. Karena sebelumnya, aku sering melihat dia update status di tempat-tempat makan elite bersama teman-temannya. Setelah memesan makanan, dia sibuk dengan handphonenya, dan aku juga demikian. Setelah itu, kami pun makan. Aku tidak tau apa dia menyukai tempat makannya itu atau tidak, yang jelas aku membawa dia ke tempat itu dengan iklas dan tidak memaksa dirinya.

    Setelah selesai makan, lantas aku mengantar dia ke.... aku lupa, Oh iya, aku mengantar dia kerumah nya yang diluar Kota Medan. Awal aku mengantar dia kerumahnya, aku hanya diijinkan sampai jembatan yang tak jauh dari kediamannya. Sampai dilokasi tersebut, dia turun dan mengatakan terimakasih kepada aku. 

    Lantas aku pulang kerumah dan rasa hati biasa saja. Entah kenapa, beberapa hari kemudian, aku sangat ingat dengan kejadian ini. Aku mengajak dia untuk minum eskrim di salah satu tempat di Thamrin Plaza. Dan dia setuju dengan ajakan aku, namun ditengah perjalanan, aku menerima pesan BBM dari dia, bahwa dia mengajak aku nonton bioskop dan karcis sudah dibelinya. Rasa hati ini sangat berdebar-debar.Bahkan aku tidak percaya ada seorang wanita yang bergaya glamor mengajak aku nonton di bioskop. Dan aku langsung menyetujui ajakannya.

    Setelah sampai di parkiran, aku langsung BBM dia menanyakan dimana posisinya sekarang. Ternyata dia sudah menunggu di Loby bioskop untuk nonton bersamaku. Setelah aku menemuinya, ternyata film yang akan kami tonton itu adalah 'street society'. Film nya akan tayang 1 jam lagi, tapi kami bingung mau ngapain. Dan aku mengajak dia dengan ajakanku sebelumnya, minum eskrim disekitar bioskop. 

    Pada saat itu juga, kami belum ada menyandang status apa-apa, masih teman biasa. Namun pada saat itu lah aku sudah mulai merasakan perasaan yang berbeda. Aku mencoba melawan perasaanku tersebut, karena aku sadar bahwa aku tidak pantas bersama wanita ini. Yang dulunya dia memiliki mantan yang sangat jauh berbeda dengan aku. Bahkan untuk tempat nongkrongnya saja tidak setara dengan tempat aku biasa.

    Jadi, singkat cerita kami pun memutuskan untuk membuat komitmen. Yang mana komitmen tersebut adalah membuat status kami menjadi pacaran yang sebelumnya hanya sebagai teman dekat. Kami sudah lama kenal dan dekat, tapi kami bingung mau menjurus kemana hubungan kami. Jadi, kami putuskan untuk pacaran. Kami berdua jadi bingung buat tanggal jadiannya, pasalnya kami juga gak tau kapan rasa hati kami menyatu.Tepat tanggal 4 April 2014, kami memutuskan untuk memakai tanggal itu sebagai hari jadian kami. Aku sangat bahagia, bisa memilikimu. 

    Setelah menyandang status pacaran, hari-hariku yang sebelumnya kujalani sendiri, kali ini ditemani oleh wanita yang tidak kusangka bisa aku miliki. Bahkan aku bisa membuah hatinya luluh, dan kumiliki seutunya. Awalnya, cinta kami sangat kacau, karena pada dasarnya kami ini memiliki kepercayaan yang berbeda, dia Muslim, sementara aku Kristen. Kamipun pacaran tidak diketahui oleh orang tua masing-masing.

    Jika kami ingin jalan-jalan, selalu aku menjemputnya ditempat biasa, jembatan dekat rumah. Dan pada suatu hari, aku ingat itu setelah pulang dari Berastagi, kami istirahat sebentar dirumah adiknya yang tidak jauh dari rumahnya. Oh iya, sebelumnya Adiknya yang paling kecil mengetahui hubungan kami dan mengetahui status hubungan kami yang didasarkan oleh beda agama.

    Setelah istirahat dirumah adiknya, aku ingat sekali kalau kepadaku tidur dipangkuannya. Dan aku sangat terkejut, pada saat tidur, tiba-tiba mama nya datang masuk kerumah adiknya tanpa sepengetahuan kami berdua, bukan hanya aku, dia dan adiknya juga terkejut dengan kedatangan mama nya. Sontak aku terbangun dan rasa ngantuk serta capek pun hilang ketika melihat sosok orang tuanya.

    Jujur, disitu aku sangat takut, bahkan aku gak tau mau berbuat apa. Dia langsung menyuruhku untuk sungkeman dengan menyalam mama nya, dan aku bilang "Buu,, saya Johan" dan mama nya pun tersenyum. Aku mengaku kepada mamanya dengan nama Johan. 

    Berangsur lama, aku pun bertekat untuk datang kerumahnya main-main. Dan pertama kali aku jumpa dengan papanya, aku sangat takut dan sangat segan. Ketika jumpa, aku juga sungkem dengan papanya. Dan reaksi papanya sangat baik, senyum dan menyapa balik. Aku senang bisa diterima baik datang kerumah mereka.

    Dan dia mengatakan bahwa kedua orang tuanya tidak tau latar belakang kehidupanku. Yang mereka tau bahwa aku satu agama dengan mereka, maka dari itu selama pacaran, aku sudah bebas datang kerumahnya. Hehe, hatiku sangat senang.