• Hubungan Yang Tidak Direstui Oleh Orang Tua - Part 2


    Lama berjalan kisah cinta kami, banyak godaan yang datang. Ada saja yang mengganggu hubungan kami. Tapi kebanyakan mantan aku yang sering mengganggu kami, terutama si dino. Namun semua itu kami hadapi dengan kedewasaan diri.

    Sebelumnya, aku sangat ingat dimana kami harus bersembunyi dari status ini. Ada juga sekitar 4 bulan kami pacaran diam-diam. Tiba saatnya aku pertama kali memberikannya bunga mawar hidup, karena perjanjian darinya, jika ingin jadi pacarnya, aku harus memberikan bunga mawar yang hidup. Pada jam 11 malam, aku keluar rumah untuk mencari toko bunga yang buka, pada saat itu aku ingat, setelah hujan, aku menempuh jalanan yang banjir untuk mencari toko bunga yang masih buka.

    Ada satu toko yang masih buka, namun mereka sudah beres-beres untuk segera menutup toko mereka. Pada saat itu juga aku langsung membeli dua batang bunga mawar merah, dan mbak-mbak yang jualnya langsung menghias bunga yang hendak aku beli. Setelah selesai dihias, aku pun beranjak dari toko tersebut dan menuju Indomaret untuk membeli coklat.

    Pada saat semuanya sudah tersedia, aku pun menuju ke persimpangan didekat rumahnya. Karena pada saat itu aku masih belum bisa datang bebas kerumahnya. Setelah aku sampai di simpang dekat rumahnya, langsung aku kirim pesan ke dia, memberitahu bahwa aku sudah sampai ditujuan,

    Awalnya aku tidak memberitahukan bahwa aku akan memberi sesuatu kepadanya. Karena aku ingin memberikan kejutan diam-diam untuknya. Setelah sekian menit, aku melihat dia keluar dari rumahnya, dan menuju ke simpang yang sudah aku beritahu kepadanya.

    Awalnya dia senyum-senyum setelah aku datang, namun senyumnya berumah menjadi indah ketika aku memberikan apa yang sudah aku beli tadi. Entah kenapa, dia seperti orang yang paling bahagia di sekitar itu, hahaha.

    Aku tidak tau apa perasaan dia saat aku berikan bunga dan coklat tadi. Yang aku bisa tebak, bahwa dia sangat bahagia ketika aku berikan apa yang sudah pernah dia minta. Setelah aku memberikan kepadanya, kemudian aku langsung pulang kerumah. Aku pamit, dan aku melanjutkan perjalanan sekitar 30 menit untuk sampai dirumah.
  • 0 comments: